Sunday, September 15, 2019

SISTEM GERAK MANUSIA





A.       Organ Penyusun Sistem Gerak Manusia
Sistem gerak manusia tersusun dari rangka, tulang, dan otot. Tulang merupakan alat gerak pasif. Karena tulang tidak bisa bergerak tanpa otot. Otot merupakan alat gerak aktif. Karena dapat menggerakkan otot.
Fungsi rangka :
1.        Memberi bentuk tubuh
2.        Melindungi organ tubuh
3.        Melekat nya otot
4.        Tempat pembuatan sumsum
5.        Menegakkan tubuh
B.       Tulang
Berdasarkam jenisnya tulang dibagi 2 yaitu :
a.        Tulang rawan
b.        Tulang keras
1.        Tulang Rawan (Kartilago) Tulang rawan adalah tulang yang akan berubah menjadi tulang keras, namun ada sebagian tulang rawan yang tidak akan berubah menjadi tulang keras yaitu cuping hidung, daun telinga, dan laring.
Tulang rawan terdiri atas sel-sel tulang rawan (kondrosit), serabut kolagen, dan matriks. Sel-sel tulang rawan dibentuk oleh bakal sel-sel tulang rawan, yaitu kondroblas. Mengandung sedikit zat kapur namun banyak mengandung zat perekat sehingga bersifat lentur.
Ada tiga Jenis tulang rawan yaitu :
a.        Tulang rawan hialin ( tersusun dari bahan seragam ) Terdapat di : dinding trakea, ujun tulang tangkai
b.        Tulang rawan elastik ( Bersifat lentur ) Terdapat di : Daun telinga
c.        Tulanng rawan serabut ( Bersifat kuat tetapi kurang lentur ) Terdapat di : antar ruas tulang belakang
2.        Tulang Keras ( Osteon )

Pada gambar, benda yang berbentuk seperti tabung disebut sistem havers. Didalam sistem harves terdapat cairan berwarna merah bukan ? itulah yang dinamakan saluran Havers yang fungsinya memberikan makanan pada tulang.
Sedangkan, gambar yang seperti kulit terkelupas adalah periosteum (tempat melekatnya otot) Tulang dalam kehidupan sehari hari disebut tulang keras.
Tulang keras berasal dari tulang rawan. Proses perkembangan tulang rawan menjadi tulang keras disebut osifikasi.
Tulang yang tidak berasal dari tulang rawan atau tidak melalui proses osifikasi contohnya tulang tengkorak.
Tulang keras banyak mengandung zat kapur dan sedikit zat perekat sehingga bersifat keras dan tidak lentur.
Proses pengerasan tulang dipengaruhi oleh vitamin D.
Vitamin D meningkatkan proses penyerapan kalsium di usus halus.
Tulang keras dibedakan menjadi 2 berdasarkan sifat bahan penyusunnya yaitu :
a.        Tulang Spons ( bahan penyusun berongga ) contoh : tulang pendek dan tulang pipih
b.        Tulang Kompak ( bahan penyusun padat dan kompak ) contoh : lapisan luar tulang pipa (gambar tulang kompak dan tulang spons )
Tulang berdasarkan bentuknya dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :
a.        Tulang pipa


berbentuk buat lonjong seperti pipa. Terdapat di tulang lengan atas, paha, dan betis. Pada ujung tulang pipa ( yang berbentuk seperti bundar ) terdapat tulang spons sedangkan pada lapisan tulang pipa terdapat tulang kompak. Tulang pipa juga dilapisi periosteum. ( gambar tulang pipa )
b.         Tulang pipih
Tulang pipih dalamnya berongga seperti spons berisi sum sum merah ( penghasil sel darah merah ) Contoh tulang pipih yaitu : tulang belikat, tulang usus, tulang rusuk dll ( Gambar tulang pipih )

c.        Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk bulat dan pendek. Berisi sum sum merah. contohnya ruas ruas tulang belakang, pergelangan kaki, pergelangan tangan dll ( gambar tulang pendek )

C.       SUM SUM TULANG
sumsum tulang mengisi rongga dalam tulang.
Ada 2 jenis sum sum tulang yaitu sum sum merah dan sum sum kuning.
a.        Sum sum merah : tempat pembuatan sel darah merah. Pada anak anak terdapat pada tulang tengkorak. Pada orang dewasa terdapat di tulang tengkorak, tulang rusuk, dan ruas tulang belakang.
b.        Sum sum kuning : terbentuk dari campuran sel jaringan ikat, misalnya jaringan lemak dan sum sum merah. Terdapat pada anggota gerak orang dewasa.
Pertumbuhan tulang Tulang mulai tumbuh saat masih menjadi tulang rawan. Dimulai dari bagian tengah tulang pipa. Munculnya pembuluh darah pada tulang rawan dan sel tulang ( osteoblas ) menghasilkan jaringan tulang.

Proses penulangan ( osifikasi ) dimulai sejak calon bayi ( fetus ) yang masih dalam kandungan. Jenis tulang lainnya tumbuh dari sel tulang yang memanjang dan membesar. pertumbuhan memanjang terjadi di dekat ujung tulang ( cakra epifisis )
D.       SUSUNAN RANGKA TUBUH MANUSIA
1.        Tulang tengkorak terdiri dari :
a.        Tulang tempurung kepala :
1)       Tulang Kepala belakang ( 1 buah )
2)       Tulang ubun-ubun ( 2 buah )
3)       Tulang dahi ( 1 buah )
4)       Tulang baji ( 2 buah )
5)       Tulang pelipis ( 2 buah )
6)       Tulang tapis ( 2 buah )

b.        Tulang Bagian Muka
1)       Tulang rahang atas ( 2 buah )
2)       Tulang rahang bawah ( 2 buah )
3)       Tulang langit langit ( 2 buah )
4)       Tulang hidung ( 2 buah )
5)       Tulang pipi ( 2 buah )
6)       Tulang mata ( 2 buah )
7)       Tulang pangkal lidah ( 1 buah )

2.        Tulang Badan
a.        Tulang belakang
Tulang belakang membentuk sumbu yang tidak lurus agar menjaga keseimbangan badan. Tulang belakang terdiri dari :
1)       Ruas tulang leher ( 7 buah )
2)       Ruas tulang punggung ( 12 buah )
3)       Ruas tulang pinggang ( 5 buah )
4)       Ruas tulang kelangkang ( 5 buah )
5)       Ruas tulang ekor ( 4 buah )
b.        Tulang dada terdiri dari :
1)       Bagian hulu
2)       Bagian badan
3)       Bagian taju pedang
c.        Tulang rusuk terdiri atas 3 jenis tulang yaitu :
1)       Tulang rusuk sejati ( 7 pasang )
2)       Tulang rusuk palsu ( 3 pasang )
3)       Tulang rusuk melayang ( 2 pasang )
d.        Gelang bahu terdiri dari tulang selangka dan tulang belikat.


e.        Gelang panggul terdiri dari
1)       Tulang ilium atau tulang usus ( 2 buah )
2)       Tulang kemaluan ( 1 buah )
3)       Tulang duduk ( 2 buah )
3.        Tulang anggota gerak
a.        Tulang anggota gerak atas terdiri dari :
1)       Tulang lengan atas ( 2 buah )
2)       Tulang hasta ( 2 buah )
3)       Tulang pengumpil ( 2 buah )
4)       Tulang pergelangan tangan ( 2 x 8 buah )
5)       Tulang telapak tangan ( 2 x 5 buah )
6)       Tulang jari tangan ( 2 x 14 buah )
b.        Tulang anggota gerak bawah terdiri dari :
1)       Tulang paha ( 2 buah )
2)       Tulang tempurung lutut ( 2 buah )
3)       Tulang kering ( 2 buah )
4)       Tulang betis ( 2 buah )
5)       Tulang pergelangan kaki ( 2 x 7 buah )
6)       Tulang telapak kaki ( 2 x 5 buah )
7)       Tulang ruas ruas jari kaki ( 2 x 14 buah )
E.        SENDI
Sendi adalah hubungan antar tulang.
Berdasarkan kemampuan geraknya sendi dibagi 3 yaitu :
1.        Sendi mati ( Sinartrosis ) sendi mati merupakan sendi yang tidak dapat digerakkan. Contoh : Tulang pada tulang tengkorak
2.        Sendi Kaku ( Amfiartrosis ) Sendi yang dapat digerakkan secara terbatas. Contoh : antaruas tulang belakang dan tulang rusuk
3.        Sendi Gerak ( Diartrosis ) Sendi yang dapat digerakkan secara leluasa.
Pada kedua ujung tulang yang berhubungan terdapat rongga sendi yang berisi cairan sinovial (Minyak sendi)
Jaringan ikat sendi disebut Ligamen
Sendi gerak dibagi menjadi 4 yaitu :
a.        Sendi peluru ( Digerakkan ke segala arah ) terdapat pada pangkal lengan
b.        Sendi engsel ( digerakkan satu arah ) terdapat di siku, lutut, dan antarruas jari
c.        Sendi pelana ( Membentuk pelana kuda ) terdapat pada jari tangan dan telapak tangan
d.        Sendi Putar ( digerakkan memutar ) terdapat di antarruas tulang atlas ( ruas pertama tulang leher )
 


F.        OTOT
otot disebut alat gerak akif. Otot menurut cara kerja dan bentuknya terbagi menjadi 3 yaitu :
1.        Otot jantung Ciri ciri : sel berbentuk serabut lurik yang bercabang, inti sel satu atau banyak, bekerja tanpa kesadaran, bekerja sampai seumur hidup manusia
2.        Otot Lurik Ciri ciri : Berinti banyak , berbentuk silindris dan terlihat seperti lurik, bekerja menurut perintah otak
3.        Otot polos Ciri ciri : berinti satu, Berbentuk gelondong dengan kedua ujung meruncing, bekerja diluar kesaaradan, terdapat di saluran pencernaan.

Pada ujung otot lurik terdapat Tendon
Tendon adala jaringan ikat yang menghubungkan otot dengan tulang
Tendon yang melekat pada tulang yang bergerak disebut insersi
Tendon yang melekat pada tulang yang tidak bergerak disebut Origo
Bisep adalah otot lurik yang memunyai dua tendon
Trisep adalah otot lurik yang mempunyai tiga tendon



G.       CARA KERJA OTOT
Otot bekerja dengan cara mengkerut (berkontraksi)
Fleksor adalah otot yang membengkokkan sendi (contoh: Bisep)
Ekstensor adalah otot yang meluruskan sendi (conthoh : Trisep)
a.        Otot antagonis :dua otot yang bekerja saling berlawanan
Conto:  Otot Bisep dan Trisep
b.        Otot Sinergis : Dua otot yang bekerja bersama sama
Contoh : otot Pronator teres dan Pronator kuadratus

H.       PENYAKIT PADA TULANG:
1.        Patah tulang (fraktura) dan retak tulang (fisura)
Patah tulang tertutup jika tulang yang patah tetap ada di bawah permukaan kulit
Patah tulang terbuka jika tulang keluar dari permukaan kulit

2.        Skoliosis, Kifosis, lordosis
Skoliosis : Kelainan berupa tulang punggung belok ke kiri atau kanan
Lordosis : Kelainan berupa tulang punggung terlalu bengkok ke depan
Kifosis : Kelainan berupa tulang punggung terlalu bengkok ke belakang
3.        Rakitis
Menyebabkan kaki berbentuk huruf X atau O akibat kekurangan vitamin D dan zat kapur dalam makanan
4.        Artritis Rematik
Penyakit menurun, ditandai dengan adanya jaringan penghubung tumbuh di dalam sendi dan kemudian mengeras

Penyakit pada otot :
1.        Kram
Disebabkan ole kejang otot yang tiba-tiba berkontraski dengan sangat kuat sehingga terasa sakit.

2.        Nyeri otot
Umunya diderita oleh lansia akibat pembengkakan jaringan penghubung otot, bisa diatasi dengan menghangatkan diri
3.        Polio
Disebabkan oleh infeksi virus pada syaraf yang mengendalikan gerakan otot rangka

4.        Sawan
Kontraksi dari beberapa kelompok otot yang tidak terkoordinasi akibat gangguan otak
Keseleo
terjadi di daerah sendi dan ligamen sendi, otot/tendon dapat putus akibat tarikan yang tiba tiba dan kuat

Read more